4 Mitos Batu Kecubung Yang Wajib Anda Ketahui

Dibalik indahnya batu kecubung dengan warna ungu yang elegant, terdapat mitos batu kecubung yang sangat mengejutkan. Ternyata, pada masa lalu batu ini menyimpan kisah yang menyedihkan. Penasaran?, untuk itu tetap baca artikel dari saya ini. Mudah-mudahan memberikan ilmu dan pengetahuan bagi Anda.

4 Mitos Batu Kecubung

Nah, inilah Mitos Batu Kecubung yang akan saya sampaikan kepada Anda. Mitos-mitos ini saya kumpulkan dari beberapa negara di dunia yang memang menggunakan sarana batu kecubung. Baiklah, berikut ini mitos-mitosnya:

Mahkota Ratu Inggris

Sekitar tahun 1500 an, ada seorang ratu yang kurang mendapatkan dukungan dari rakyatnya. Nah, setelah beliau mencoba berbagai cara dan tidak mendapatkan hasil, akhirnya beliau datang kepada salah seorang pengrajin perhiasan kerajaan. Pengrajin tersebut memberikan saran agar sang ratu mengenakan mahkota bertahtakan batu kecubung di tengahnya. Mendengar saran dari pengrajin tersebut, sang ratu memerintahkan untuk membuatkan mahkota tersebut.

Mitos Batu Kecubung

Setelah mahkota tersebut jadi, mahkota itu langsung digunakan oleh sang ratu. Alhasil, ketika sang rat berpidato di depan rakyatnya, banyak sekali pujian-pujian yang beliau dapatkan. Hal itu berbeda sekali dengan sebelum menggunaakan mahkota tersebut.

Dalam mitos yang berkembang pada masyarakat saat itu, mahkota tersebut menjadi “keramat” kalau menurut masyarakat kita. Dan mitos tersebut membuat pemakai mahkota tersebut menjadi pusat perhatian dunia, bahkan sampai saat ini.

Legenda Ratu Shima (Ratu Kalingga)

Ratu Shima adalah seorang ratu yang menjadi pemimpin Kerajaan Ho-ling (china) atau kerajaan Kalingga (sebutan di Indonesia). Kerajaan tersebut terletak di jepara jawa tengah. Pada cerita yang beredar, beliau adalah pemimpin yang sangat keras menjunjung tinggi kejujuran, diceritakan bahwa dia akan menghukum pencuri dengan memotong tangannya, dengan begitu hukum akan selalu ditegak kan.

Beliau adalah sosok paling dihormati dan semua orang tunduk pada kata-kata beliau. Nah, menurut penerawangan saya dan bukti otentik yaitu sebuah kalung bermata batu merah kebiru-biruan, bahwa ratu shima mengenakan sebuah kalung kecubung. Dan kalung tersebut bisa dilihat di museum di Jakarta setelah ditemukan tahun 1960 an di keling jepara.

Kembali lagi, kecubung merupakan batu yang memancarkan aura wibawa dan kharisma, hal itulah yang menjadi mitos dari batu kecubung.

Mitos Kerajaan Roma

Pada zaman dahulu di kerajaan roma ada mitos bahwa ada sebuah batu yang mampu membuat dirinya kebal terhadap pengaruh minuman anggur. Ya, mitos tersebut pernah saya baca pada sebuah buku, bahwa ketika perajurit memenangkan suatu perang, pasti mereka mengadakan pesta yang diakhiri dengan minum-minum.

Nah, suatu hari setelah menang perang, banyak prajurit yang mengadakan pesta di tengah malam. Namun, musuh yang dikira sudah kalah tiba-tiba datang menyerang. Alhasil, karena banyak yang sedang mabuk prajurit roma banyak yang mati.

Melihat hal tersebut, seorang penasihat spritual kerajaa menyarankan semua prajurit mengenakan benda yang ada batu kecubungnya. Dengan begitu pemakainya tidak akan mabuk lagi walau habis minum banyak.

Legenda Mitologi Yunani Kuno

Nah, pada mitos batu kecubung kali ini berasal dari mitologi yunani kuno. Dan mitos inilah yang menjadi sejarahnya batu akik kecubung sampai saat ini.

Konon ada seorang gadis yang canti jelita, ia memiliki kulit putih berambut panjang sepinggul. Dia adalah gadis yang menghargai usaha seseorang dan suka menolong. Ia bernama Amethyst, putri amethyst setiap hari selalu melakukan perjalan jauh untuk memberi persembahan pada dewai anggur. Hal itu wajar, karena dia seorang putri pemilik kebun anggur paling besar saat itu.

Singkat cerita, pada saat perjalanan putri ametyst menuju kuil, dihadanglah dia oleh seekor harimau putih. Karena sangat ketakutan, putri ametyst lari dengan sekuat tenaga ke dalam kuil. Dia berteriak memohon pertolongan pada dewi anggur , namun harimau tersebut berhasil mencakar kaki ametyst sehingga terluka.

Baca Juga: 5 Rahasia Batu Akik Kecubung Untuk Meningkatkan Kesuksesan

Keajaiban terjadi, dewi tersebut mengabulkan permohonan ametyst dengan cara mengubahnya menjadi patung putih mulus. Mungkin agar dia tidak bisa dimakan karena berupa patung batu. Namun, sang harimau malah menerkam patung tersebut sehingga terjatuh dan pecah menjadi bongkahan batu yang tidak berguna.

Melihat kejadian itu, sang dewi anggun pun bersedih dan menyesal karena tidak bisa membantu putri amethyst. Kemudian dewi tersebut sengaja menumpahkan persembahan anggur yang ada di altar persembahan ke bongkahan patung tersebut. Berubahlah warna patung tersebut menjadi batu kristal ungu yang indah.

Dan, dewi anggurpun berkata “jadilah batu yang berharga dan bermanfaat”.

Itulah mitologi yunani kuno tentang Mitos Batu Kecubung, sampai saat ini mitos tersebut masih dipercaya banyak orang karena kempuhanya dalam membantu pemakainya. Baik itu untuk kharisma dan wibawa serta penglarisan.

Demikian penjelasan Mitos Batu Kecubung yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa lagi pada info kecubung selanjutnya. Terima kasih.